Saturday, May 28, 2011

WHERE IS HAPPINESS?


It all started with a desire and dream. There are a variety of dreams and desires, but all sorts that are not really different. Why? Because all of that just to get one thing, namely happiness. Dreams and desires arise because our brains assume the intended final destination that desire can make us happy, love, or the like. But have we ever think back, what really really makes us happy?
Happiness can mean that something is really pleases us, entertaining, and simply make us feel comfortable. From another perspective, we can define that happiness is a state without anxiety, suffering, or the absence of the things that make us uncomfortable.Referring to the second definition, we could see some kind of anxiety, suffering and inconvenience, namely: birth, death, old age, and grief. We can also extend the cause of suffering as something that is not in line with expectations (desired). So, if we can overcome these inconveniences elements, it is probable that we are already happy.

Tuesday, May 10, 2011

DIMANA KEBAHAGIAAN ITU???


Semua berawal dari sebuah keinginan dan mimpi. Ada bermacam-macam mimpi dan keinginan, tapi semua macam itu tidak benar-benar berbeda. Kenapa? Karena semua itu hanya untuk mendapatkan satu hal, yakni kebahagiaan. Mimpi dan keinginan muncul karena otak kita menganggap tujuan akhir yang dituju keinginan tersebut bisa membuat kita senang, suka, atau sejenisnya. Tapi pernahkah kita berpikir ke belakang, apa sih yang sebenarnya benar-benar membuat kita berbahagia???

Kebahagiaan dapat berarti adanya sesuatu yang sangat menyenangkan kita, menghibur, dan singkatnya membuat perasaan kita nyaman. Dari perspektif lain, kita bisa mendefinisikan bahwa kebahagiaan merupakan keadaan tanpa kecemasan, penderitaan, atau ketiadaan hal-hal yang membuat kita tidak nyaman. Mengacu pada definisi kedua, kita bisa melihat beberapa jenis kecemasan, penderitaan dan ketidaknyamanan, yaitu : kelahiran, kematian, usia tua, dan duka cita. Kita juga bisa memperluas penyebab penderitaan itu sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan (yang diinginkan). Jadi, kalau kita bisa mengatasi unsur-unsur ketidaknyamanan tersebut, besar kemungkinan bahwa kita sudah bahagia.